Essay Beasiswa S2 LPDP
KOMITMEN SAYA TERBAGI DALAM 3 KATEGORI BESAR. YAKNI
_____________________________
1. Komitmen kembali ke tanah air.✓
Walaupun saya belum tentukan pilihan lokasi kuliah di luar negeri ataupun di dalam negeri namun saya perlu menyatakan komiten diri saya dengan sejujur jujurnya dan seadil adilnya. Bahwa saya memilih lokasih diluar maupun di dalam saya nyatakan komitmen bahwa siap kembali ke tanah air. Selain itu saya akan menghargai dan menghormati pendirir bangsa serta leluhur tanah air serta pancasila dan UU dasar negara republik indonesia.
Saya yakin dan percaya melalui komitmen ini sebuah bangsa yang besar ialah sebuah bangsa yang menghargai dan menghormati beragam jenis budaya, adat serta istiadat dan prilaku yang menyebar di tanah air.
Dalam UUD Menjar kita untuk tetap setia dan loyal terhadap derasnya global tantangan yang semakin kuat, dalam sitausi ini yang menjadi peluru yang paling ampuh untuk mematahkan derasnya ancaman itu ialah melalui kekuatan sumber daya manusia yang berkwalitas.
Landasan kembalinya masa stydi berakhir ialah melihat dari fakta nyata saat ini, ketika setiap generasi yang selesai lewat banyak jalur entah lewat jalur mandiri ataupun jalur beasiswa setelah tamat pulang kemudian terkontaminasi dengan penyakit sosial di sekitarnya. Misalnya karakter masyarakat dilingkungan sekitarnya ialah juga masyarakat berkarakter alamiah dalam hal ini status tidak berpendidikan, status kelas bawa yang tidak memiliki pendapatan tetap. Dalam situasi seperti ini saya berani nyatakan sikap setia kembali setelah usai untuk menjadi ibarat lilin dan lampu untuk menerangi karakter masyarakat yang masih bertahan hidup dalam status sistem mata pencaharian meramu dan berkebun.
Saya tetap akan kembali ke tanah air untuk mengaplikasikan ilmu yang saya telah peroleh dari masa kuliah, karena saya merasa ada sesuatu yang ingin saya kerjakan yakni masalah pembedaan dan perlombaan pertandingan politik elektoral personal.
Dampak adanya sistem kekuasan politik personil ini menjadi salah satu maslah picuhnya konflik perang suku yang sering terjadi dalam masa perebutan kekuasaan di masing masing daerah, hal ini sesungguhnya satu maslah urgen yang membutuhkan kajian ilmiah, selain itu soal jago dan kekuatan taringnya setelah terpilih tidak dapat mengontrol atau meninjau visi dan misi sebagai sebuah landasan kepercayaann masyarakat yang semakin bosan jenuh dimata rakyat yang diberi mandat.
Setelah saya selesai pulang ke tanah air. Satu hal yang menjadi fokus utama ialah tentang keutuhan hakiki yang sering di politisasi dalam segala kepentingan pribadi daripada kepentingan umum dalam konteks ini hubungannya dengan keutuhan nilai sosial budaya menjadi ambang kehancuran dan berdampak luas bagi kalngan publik.
Kemudian yang berikut ialah tentang keutuhan suku yang tergolong dalam satu kabupaten dapat dipisahkan atas karakter masyarakat antara menyenangkan dan tidak menyenangkan, padahal semua suku memiliki hak dan kewenangan untuk menikmati serta mengubah karakter masyarakat itu dengan penuh edukasi jangkah panjang dan jangkah pendek.
Banyak peristiwa dan fenomena yang nyata di mata masyarakat umum, namun tidak ada pihak tertentu yang mengangkat hal itu sebagai sebuah konspirasi publik atau dikalangan tertenru untuk dapat dibahas dan di rekemondasikan kepada pihak eksekutif dan legisllatif.
2. Komitmen diri sendiri.✓
Saya siap berkonsisten menghabiskan waktu sekian lama berdasarkan ketentuan akademik dan juga aturan bantuan beasiswa LPDP selama masih aktif. Dasar pernyataan saya komitmen karena berdasarkan uraian pada nomor satu yakni fokus mendalami ketekunan yang saya pilih, artinya bahwa situasi dinamika papua ketika melihat secara kacamata keilmuan tentunya membutuhkan kesejateraan yang merata, adil, jujur dan memakmurkan rakyat biasa berdasarkan regulasi kebasahan negara tentang UU otonomi khusus dan DOB.
Kedua regulasi negara tentang otsus dan dob ialah pada dasarnya kekuatan sumber daya manusia, kekuatan SDM mampu melahirkan regulasi yang baru untuk mengelola SDA yang ada di papua.
Sumber daya Alam di papua penuuh dengan kaya raya tetapi tidak ada kajian yang mengukur tentang sistem pengolahan SDA itu sebagai jendela mensejahterakan rakyat papua.
Berdasarkan dinamika yang terjadi saat ini di papua ialah tentang marginalisasi segala hak moyang demi kemajuan dan perubahan, tanah atau lokasi yang di rebut atas kekuatan UU dan aparat keamanan, dalam konteks ini masyarakat asli sipil telah kehilangan tanah, budaya dan interaksi sosial yang sering terbawa dari moyang yang juga sebagai warisan. Setelah saya melihat dan mencermati dinamika ini saya menduga bahwa orang papua akan kehilangan segalanya demi kemajuan dan perubahan bukam kesejahteraan.
Saya berasumsi semua kekayaan sedang di ekploitasi dalam hal ini ialah tentang nilai kebudayaan dan keagaman yang seamkin terkikis masuk berlaha n menghantam eksistensi keutuhan hanya karena soal jaminan kehidupan semata, bukan soal jaminan masa jangkah panjang untuk anak cucu di atas negerinya.
Dengan demikian saya berkomitmen bahwa setelah saya selesasi saya pulang menjadi lampu dan lilin di tengah masyarakat yang telah kehilangan nilai kebudayaan, sosial budaya dan keagamaan yang kini semakin liar atas pendirian berbagai aliran.
3. Komitmen diri saya.✓
Setia dan loyal terhadap segala keputusan akademik serta aturan beasiswa LPDP.
Siap kembali ke tanah air untuk memberikan konsep pembangunan yang merata dan berorientasi sentuhan nyata kepada masyarakat.
Siap menerima segala konsekwensi yang diberikan selama masih dalam proses perkulihan.
Setia dan patuh kepada pancasila dan UUD RSiap kembali ke tanah air untuk menjadi garam dan lampu bagi masyarakat.
Tunduk dan hormat kepada setiap keputusan yang di ambil oleh pemberi bantuan beasiswa.
Selama masa kuliah fokus hingga masa kuliah berakhir dan pulang mengabdi di tanah air kecintaan.
Selama masa kuliah fokus mendalami ilmu pilihan yang di ambil saya merasa terpanggil untuk melanjutkan atau tes pada beasiswa ini karena saya memiliki komitmen yang tinggi untuk melanjutkan jenjang magister dengan motivasi bahwa saya ingin menjadi dosen dan tepat saya dapat memberikan respon posifik oleh rektor universitas cenderasih dan juga sekretaris jurusan antrpologi.
Saya percaya melalui komitmen iini saya menulis jiwa saya bahwa saya memilki motivasi untuk melanjutkan studi pada magister namun saya dibatasi oleh biaya yang mahal di kampus sarjana, saya percaya ketika komitmen saya bulat Tuhan akan loloskan saya pada tahap selanjutnya .saya yakin merasa terpanggil untuk
4. Rencana memberikan sumbangsih.✓t
Setelah saya selesai pulang kembali ke tanah air saya siap memberikan kontribusi dan sumbangsih konsep dan pikiran, serta kekuatan dan motivasi bagi generasi dan pemda setempat misalnya umum di prov papua dan khusus di kabupaten yahukimo sebagai tempat asal kelahiran saya.a
Papua di alokasikan jumlah anggaran berdasarkan daerah status otonomi khusus, sangat di sayangkan negara sudah memberikan kebebasan seluasnya untuk membangun negerinya sendiri namun jalannya waktu dan terciptanya situasi rakyat biasa di pedalaman papua tetap hidup tanpa lampu dan masih pakai jembatan kali dengan tali rotan serta mengerjakan lapangan terbangan dengan hasil swadaya masayarat asli di daerah se tempat.
Saya sering berpikir begini dimana dan sejauh mana regulasi pemda berdasarkan regulasi negara melalui kekuatan anggaran dana otsus..Justru saya menjawab sendiri bahwa dana otsus itu hanya untuk kesejhateraan diri dan satu marga dalam kekuasaan. Ini fakta bahwa bahwa kebanyakan generasi papua yamg ingin sekolah hanya sebatas keinginan dan keamuan tanpa ada perhatian khusus dari pemerintah.a
Banyak contoh kasus yang menjadi kajian penting dalam mendorong pembangunan untuk mewjudkan perubahan yang berdampak luas demi merebut kesejaheraan yang sering di kemborkan dalam segala pidato dan media cetak maupun media sumber lain.
Artinya perlu memproteksi tingkat kemakmuran rakyat tentang nilai kebudayaan sosial yang dulunya berjalan dalam pengawasan. Kini semakin punah misalnya beberapa suku memiliki bahasa ibu sudah hilang, kemudian dari sekian jumlah yang ada warisan moyang tentang adat istiadat sudah hilang, kemudian semakin jalannya zaman global ini menjadi sebuah tentang yang besar untuk menghantam masyarakat adat yang bertahan hidup berdasarkan nilai sosial. Dalam hal ini muali dari daerah pedalaman papua kabupatan yahukimo sudah tercium tingakt kepunahan keutuuhan budaya sosial dan keagamaan.
Dulu sejak kabupatan yahukimo belum dimekarkan jadi daerah baru tersendiri masyarakat adat masih terbawa nilai adat, misalnya ketahanan nilai budaya, sosial dan keagamaan masih satu, sukunya punya masih eksis bertahan pada penamaan moyang. Namun setelah terbongkar pemisahan semua menjadi pecah dan mulai memisahkan antara sesama suku, bahasa serta nilai sosialnya.
Saya ingin ada kajian khsus soal berapa suku yang tergolong dalam nama yahukimo dan ada berapa suku yang tidak termasuk, fakta yang ada ialah tentang soal suku mayoritas dan suku minoritas, bahasa mayoritas dan bahasa minoritas. Potensi pecahan ini sebagai virus atau penjahit sosial yang sering menagcu pada perang suku, denda masalah dengan milyaran jutah.
Kemudian saya ingin memberikan kajian khusus bobot regulasi penyatuhan draf kepada pemerintah daerah dalam hal ini pihak eksekutif untuk mengajukan kepada pihak legislatif untuk diparipurnakan.
Kontribusi ide dan gagasan sepereti ini sangat dibutuhkan ketika sistem kepemimpinan itu diterjemahkan dalam misis dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
Konsep kepemimpinan dan kekuasaan itu berlandasan pada keinginan rakyat, bukan kemauan penguasa, fakta kekuasaa dipapua mengadopsi sistem kepemimpinan otoriter, artinya tidak ada pihak indepenen yang memberikan sumbangsih pemikiran pembangunan demi perubahan dan kesejahteraan rakyat.
Ketika saya pulang ke tanah air, yang saya bisa memberikan sumbangsih ialah memberikan atau menawarkan ide dan gagasan pembangunan demi membangun daerah dan rakyat.
Memberikan atau mengusulkan draf pengelolaan sumber daya alam yang ada melalui kekuatan sumber daya manusia, dengan dasar bahwa untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi dan regenerasi serta mengurangi angkah pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja yang se luas luasnya dan sebebas bebasnya.
Mengangkat dan menghapus sistem penyakit sosial yang berdampak buruk kepada eksistensi kehidupan keutuhan yang ada.
Memberikan sumbangsih ide berdasarkan kajian bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses dan tidak dapat dijangkau segala rancangan pembangunan.solusi menjangkau masyarakat yang tidak terjangkau tidak dapat dipastikan hanya lewat omomgan, misalnya visi dan misi, akan tetapi hal itu harus sdar akan tindakan nyata yang benar benar sesuai kemauan dan keinginan masyarakat, karena sudut pandang antropologi setiap jalan raya dan gedung yang mega itu bukanlah suatu kebutuhan masyarakat. dalam kontek memajukan sumber kesejahteraan pembangunan mau dari pihak manapun wajib menghargai dan menghormati setiap lahan hak masyarakat.
Penulis Essay Beasiswa LPDP.
Pontius Omoldoman,S.Sos

Komentar
Posting Komentar